Review: The Woman in Black (2014)




Director:
Tom Harper

Writers:
Jon Crocker (screenplay)

Stars:
Helen McCory, Jeremy Irvine, Phoebe Fox



Sinopsis:

Guru bernama Eve Parkins dan Jean Hogg melakukan evakuasi pada siswa mereka menuju pedesaan di kala London diserang oleh Jerman pada perang dunia kedua. Tiba di Eel Marsh House, anak-anak dan guru malah menjadi sasaran. Teror jahat dari wanita berbaju hitam kini mengancam mereka. Bagaimana nasib mereka?




Review:

The Woman in Black 2 ini mengisahkan kejadian 40 tahun setelah tragedi Arthur Kipps (Daniel Radcliffe) di Eel Marsh House. Ada 2 hal yang gw suka dari film ini. Pertama, setting rumah yang masih sama creepy seperti film pertamanya. Kedua, akting dari Phoebe Fox. Gw memang pencinta momen 'Jump Scare'. Kurang rasanya kalau film horror ngga ada penampakan atau scoring menegangkan yang bikin kita ketakutan dan kaget. Disini, gw banyak nemuin momen Jump Scare, tapi too much, jadinya lebay dan norak. Bukannya membuat kita ketakutan tapi hanya kaget saja.

Di film pertama kita sudah diberi tahu siapa perempuan bergaun hitam itu, apa hubungan dia dengan anak-anak yang meninggal. Tapi di film ini diceritakan kembali. Pengulangan cerita yang harusnya tidak perlu. Ada yang hilang dari film ini, yaitu 'misteri'. Beda dari film pertamanya yang mengajak kita menguak misteri bersama Daniel. Tapi justru di film ini hanya menonjolkan penampakan dan scoring yang bikin spot jantung. 





Overall, The Woman in Black with Radcliffe was so much better. Tapi gak nyangkal juga kalau film ini bikin spot jantung dengan penampakan dan scoringnya yang ngagetin. Bagi kalian yang suka di kagetkan dengan penampakan menyeramkan silahkan ditonton.

Happy watching!

Makasih yah sudah mampir. Sampai jumpa di post selanjutnya!

Twitter:
@niken_rose

Instagram:
nikenrose

Youtube:
Niken Rose




Halo, review kali ini adalah cleanser wipes dari Pond’s. Akhir-akhir ini gw lagi suka banget bersihin makeup pake tissue basah khusus makeup. Kenapa?
1.  Karena praktis. Biasanya gw pake makeup remover for eye & lip. Lalu pake susu pembersih. Kemudian toner.
2.  Menghemat kapas! Hampir setiap hari gw menggunakan make up. Untuk membersihkannya aja, ada 3 langkah yang harus gw lakuin. Kebayang kapas habisnya berapa J


Detail produk:

Pond's kini kembali dengan produk terbaru yang pasti Anda cintai, Oil Control Cleansing Wipes. Tisu pembersih ini akan membersihkan secara menyeluruh kotoran dan minyak dalam sekali pemakaian. Bentuknya yang mungil sangat praktis untuk digunakan saat berpergian. Anda pun dapat membersihkan wajah dari minyak dan makeup kapanpun dan dimanapun. Kini Anda bisa tampak bebas kilap kapanpun Anda mau! Pond's Oil Control Cleansing Wipes diformulasikan secara khusus untuk menyerap minyak berlebih. Berbeda dengan tisu basah lainnya, tisu ini khusus membersihkan wajah sehingga kulit tidak terasa lengket. Dengan kandungan Hydrogenated Caster Oil (minyak zaitun), kulitpun terasa lembut dan lembab.

Cara penggunaan:

Buka stiker penutup dan ambil satu helai. Usapkan di pipi, hidung atau bagian wajah yang berminyak serta leher. Pastikan Anda menutup kemasan tisu dengan benar agar isi tidak kering. Setelah selesai, buang tisu di tempat sampah dan jangan buang di toilet.






Gw tetap menggunakan makeup remover for eye & lip untuk mata gw. Hampir setiap hari gw pake yang namanya eyeliner. Jadi untuk memaksimalkan, gw menggunakan makeup remover for eye & lipdari Pixy. Review menyusul ya J



Setelah menggunakan overall gw suka sama produk ini. Gw pernah pake cleansing wipes merk lain setelah gw pake muka gw jadi lengket L Tapi ngga buat produk ini. Wajah terasa fresh malah, gak lengket sama sekali. Aromanya lembut, gw suka banget. Wajah gw termasuk oily, dan produk ini berhasil mengangkat minyak-minyak di wajah gw. Klaim produk ini adalah bisa mengangkat makeup yang waterproof. Dan bener, ini hasil pemakaian gw. Hari ini seharian gw pake BB cream Pixy, concealer Maybelline, sama eyeliner Silky Girl. Ini langsung memakai produk Pond's Clear Balance Oil Control Cleansing Wipes ya, tanpa makeup remover apapun.


Produk bekerja dengan baik, makeup gw keangkat. Terlihat dari kotornya tissue basah ini. Tapi ternyata tidak semua sisa makeup terangkat dengan baik. Terlihat dari kapas yang gw foto ini. Setelah pemakaian Pond’s cleansing wipes, gw coba pake milk cleanser lagi dan gw usapkan ke seluruh wajah. Ternyata masih ada sisa-sisa makeup gw yang belum terangkat. Saran gw kalau memang sedang tidak ‘malas gerak’ pake milk cleanser dulu usapkan ke seluruh wajah lalu gunakan produk ini agar semua sisa makeup terangkat. Jangan lupa cuci muka menggunakan facial foam agar sisa makeup hilang dari wajah.





Harga: Rp. 16.500 – 7 lembar
Beli di: Lazada
Repurchase: Yes. Tapi mau coba merk lain juga

Love:
-          Bisa mengangkat makeup waterpoof (untuk yang tebal mungkin harus 2 kali atau lebih untuk hasil maksimal ya)
-           Wanginya enak banget
-          Kemasan praktis, bisa dibawa kemana-mana
-          Bikin fresh wajah

Hate:
-           Mahal. Untuk isi 7 lembar harga segitu mahal untuk anak kuliahan kaya gw :D
-          Tidak membersihkan secara maksimal. Harus menggunakan milk cleanser lagi.


Makasih ya udah mampir. Sampai ketemu di post selanjutnya J

Twitter: @niken_rose 

Review: Cheap Thrills (2014)





Director:
 E.L. Katz

Writers:
 David Chirchirillo, Trent Haaga

Stars:
 Pat Healy, Ethan Embry, Sara Paxton

http://www.imdb.com/title/tt2389182/


Sinopsis:
Bercerita tentang keputusasaan Craig, seorang mekanik yang baru dipecat dan terancam kehilangan tempat tinggal. Lalu ia pergi ke bar dan bertemu teman lama, Vince. Di bar, mereka berkenalan dengan pasangan eksentrik, Colin dan Violet. Colin kemudian menantang Craig dan Vince untuk mengikuti permainan sederhana berhadiah uang tunai. Awalnya sederhana, lama kelamaan permainan semakin liar dan ekstrim.





Review:

Apa yang bisa lo lakuin demi uang? Gw udah beberapa kali nonton film dengan tema begini, contohnya 13 Sins, Would You Rather. Di awal kita disuguhkan 'kesenangan' dengan tantangan/permainan yang masih bisa bikin kita ketawa. Tapi seterusnya, makin tinggi uang yang dipertaruhkan, tantangan pun akan semakin aneh, liar dan ekstrim yang berujung pada akhir yang tragis tentang persahabatan.



Film ini adalah sindiran cerdas untuk kesenjangan sosial-ekonomi bahwa orang akan melakukan segalanya demi uang. 'Hiburan' sebenernya datang ketika sudah mulai mencapai ending. Ada bagian tubuh yang terpotong, muntahan, tubuh yang dimakan (EWWWHH). Pat Healy pas banget meranin Craig yang tadinya terlihat seperti suami dan ayah yang depresi, putus asa berubah menjadi pria yang mau melakukan apapun demi uang.
  






Overall, gw enjoy nonton Cheap Thrills. Tapi gw lebih suka 13 Sins dan Would You Rather. Oya, jangan nonton ini sambil makan ya. Jangan.




Happy watching!

Makasih ya udah mampir. Sampai ketemu di post selanjutnya!
Twitter: @niken_rose




Review: Jupiter Ascending (2015)




Directors:

Andy Wachowski (as The Wachowskis) , Lana Wachowski (as The Wachowskis)

Writers:

 Andy Wachowski (as The Wachowskis) , Lana Wachowski (as The Wachowskis)

Stars:

 Channing Tatum, Mila Kunis, Eddie Redmayne


http://www.imdb.com/title/tt1617661/




Sinopsis:

Jupiter Jones adalah wanita biasa yang bekerja sebagai tukang bersih-bersih. Dia tidak tahu jati dirinya ternyata sangat penting di jagad raya. Menghadapi perebutan tahta oleh ketiga keluarga antariksa, Jupiter dibantu oleh Caine. Bagaimanakah nasib Jupiter?







Review:

Untung kemaren nonton di Blitz lagi promo buy 1 get 1, jadi ngga nyesel-nyesel banget bayar tiket buat nonton film ini. Jupiter Ascending ngebosenin. Padahal ini karya The Wachowskis Duo (Trilogi The Matrix, Cloud Atlas). Filmnya buruk? Ngga. Gw masih menukmati sajian visualnya yang keren banget. Tapi Jupiter Ascending ini lemah di penceritaan. Belum lagi dua karakter utamanya menurut gw apa ya, kurang pas dalam memainkan perannya. Chemistry antara Tatum sama Kunis juga gak dapet.



Yang gw suka dari film ini adalah sajian visualnya yang keren, akting para villain yang menurut gw lebih menonjol dari 2 karakter utamanya, ada Eddie Redmayne, Douglas Booth. Filmnya gak se 'ribet' film Wachowskis lainnya.

Overall, Jupiter Ascending membosankan. Humornya juga gak sampe ke gw. Cuma suka sama efek visual yang keren dan akting Eddie Redmayne. Selebihnya mengecewakan.

Happy watching!

Makasih ya udah mampir. Sampai ketemu di post selanjutnya!
Twitter: @niken_rose







Director:
Matthew Vaughn

Writers:
Jane Goldman (screenplay), Matthew Vaughn (screenplay)

Stars:
Colin Firth, Taron Egerton, Samuel L. Jackson




Sinopsis:

Mengisahkan tentang agen rahasia veteran, Harry Hart (Colin Firth), yang merekrut pemuda bernama Gary 'Eggsy' Unwin (Taron Egerton) untuk dilatih menjadi agen rahasia.




Review:

Film ini diadaptasi dari komik oleh Matthew Vaughn, yang juga menyutradarai Kick Ass, X-Men: First Class. Ini film keren parah! Film spionase yang dibalut dengan fun. Ngga 'serius' seperti film James Bond atau MI. Nonton film ini sama fun-nya kaya gw nonton Kick Ass tapi rasa 'keren' dari tema film yaitu 'mata-mata' ngga hilang.



Sayangnya ada scene pembunuhan di gereja yang di babat habis sama lembaga sensor Indonesia. Lucunya, bokong polos ngga di sensor sama mereka. Tapi sensor itu ngga mengurangi kegilaan di film ini kok. Gw udah nonton scene massacre itu, dan emang gila banget. Tapi kalo diliat dari tempatnya terjadinya massacre itu, wajar sih di sensor di Indonesia. Ada Colin Firth, Samuel L Jackaon, Michael Caine, ada juga pendatang baru Taron Edgerton yang langsung bikin jatuh cinta. Sayangnya, gw kira Colin Firth bakal lebih banyak porsinya.




Overall, scene meledaknya kepala-kepala para 'VIP' itu keren banget. Banget. Kingsman ini paket lengkap, kocaknya ada, dramanya ada, actionnya ada. It's such a great movie!


Makasih yah udah mampir, sampai jumpa di post selanjutnya.

Twitter: @niken_rose

Review: Tuyul Part 1 (2015)



Director:

Writers:

Stars:




Sinopsis:

Bercerita tentang sepasang suami istri, Daniel dan Mia yang baru saja pindah ke rumah di daerah pegunungan. Pada suatu hari, Daniel menemukan botol misterius di salah satu kamar. Sejak penemuan botol itu, Mia mengalami banyak kejadian misterius.





Review:

Mau kasih applause dulu buat Dinda Kanyadewi. Dinda berhasil jadi Mia yang mempunyai karakter istri yang selalu parno yang membuat kita merasakan stresnya ada di rumah itu gimana. Di awal, ceritanya memang sedikit pelan. Perkenalan beberapa karakter dan ingin menunjukkan horror-nya rumah tersebut. Tapi setelah itu siap-siap merasakan teror dari Tuyul. Bagusnya, tuyulnya tidak selalu muncul seperti kebanyakan film-film horror Indonesia lainnya yang hantunya selalu muncul. Penampakan tuyul minim tapi berhasil membuat saya sedikit merinding ketika melihat sosoknya.

Saya suka dengan ide salah satu mitos Indonesia yaitu Tuyul. Pernah merasa bosan ngga sih dengan kuntilanak atau pocong terus yang diangkat menjadi film. Saya juga suka banget sama scoringnya, menurut saya sih ngga lebay ya, cukup untuk menambah ketegangan. Film ini ngga mengeksplor banyak penampakan dari tuyul tersebut, tapi lebih membangun atmosfir seram yang ada di rumah tersebut.

 


Kok judulnya ada Part 1 nya? Katanya sih film ini bakal dibuat trilogi. Saya pribadi bakal nungguin part 2 nya. Apalagi liat scene 'pengantar' di ending untuk film selanjutnya, tambah penasaran. 
Maaf sebelumnya, tapi apakah ada yang merasa kalo akting Gandhi Fernando disini kaku? Baik jadi protagonis atau antagonis, kurang maksimal kelihatannya. Selain karakter Daniel yang diperankan Gandhi, ada Citra Prima dan Inggrid Widjanarko yang tampil bagus dan misterius.


 

Overall, Tuyul part 1 ini sih worth it buat ditonton di bioskop ya. Dari segi cerita, visual, scoringnya juga bagus. Saya bakal nunggu part 2 nya. Dinda Kanyadewi memberikan performa yang kuat banget disini, keren! ;)

Makasih ya udah mampir. Sampai ketemu di post selanjutnya :)
Twitter: @niken_rose

 



Review: Fast & Furious 7 (2015)




Director: James Wan

Writers: Chris Morgan, Gary Scott Thompson 

Stars: , Dwayne Johnson

Sinopsis:

Furious 7 mengisahkan tentang kejadian pasca Dom dkk berhasil mengalahkan kelompok Owen Shaw, yang memicu aksi balas dendam dari kakak kandungnya, Deckard Shaw (Jason Statham). 


Review:

Kasih penghormatan kalian yang terakhir untuk Paul Walker dengan nonton karya terakhirnya, Furious 7 di bioskop. Bukan nunggu ditayangin di TV atau download bajakannya. Suka banget sama pengarahan James Wan. Wan berhasil bikin F7 jadi lebih besar. Kegilaan yang sangat meningkat. Mobil melayang di udara, melompati 3 gedung, dan klimaks aksi kejar-kejaran mobil dan helikopter yang mengacak LA. Selain kegilaannya, efek CGI dan joke yang dihadirkam bikin gw senyum bahagia. Gw puas banget.




Tapi, dari ke-7 franchise ini, narasi F7 yang paling gw ngga suka. Penceritaan yang gak fokus. Too much konflik. Muter-muter. Kehadiran Jason Statham yang jadi 'kelelep' sama karakter lain. Sayang banget. Pertanyaan terbesar gw, kalo Deckard selalu muncul, ngapain Dom dkk cape-cape nyari God's Eye buat ngebunuh doi? Ah yaudalah.. Semua itu ketutup sama aksi yangcdiberikan di F7 ini. 

Gw ngga peduli sama cerita juga sih setiap nonton Fast & Furious, nikmatin aja tiap scene-nya. Menit-menit terakhir terasa sangat emosional. Favorit gw masih Fast 5 sama Tokyo Drift. Terima kasih James Wan udah bikin penghormatan terakhir, For Paul.




Overall, gw puas banget sama visual dan ketegangan yang disajikan di Furious 7. Setelah Saw, Insidious, The Conjuring, Furious 7, gw bakal nungguin banget karya-karya James Wan selanjutnya.


Happy watching!

Makasih ya udah mampir. Sampai ketemu di post selanjutnya J
Twitter: @niken_rose



Powered by Blogger.