Review Film Indonesia - Badoet (2015) Bahasa Indonesia | Niken Rose

1 Comments

DT Films adalah Production House baru yang digawangi oleh Daniel Topan dan Haresh Kemlani. Film Badoet adalah film pertama yang dirilis oleh DT Films. Disutradarai oleh Awi Suryadi (Street Society), Badoet berhasil membuat saya ngeri dan sempat menjerit di bioskop. 

Bercerita tentang seorang anak yang bernama Vino menemukan kotak musik dari pasar malam dekat tempat tinggalnya. Semenjak hadirnya kotak musik tersebut, satu persatu anak kecil di lingkungan tersebut meninggal. Setelah kejadian tragis yang terus menerus terjadi, tiga orang anak muda yang bernama Donald (Daniel Topan), Farel (Christoffer Nelwan), Kayla (Aurelie Moeremans) mencari tahu sebab dari kejadian tersebut. Setelah menemukan keterkaitan anak-anak kecil tersebut dengan Badoet, Donald, Farel, dan Kayla dibantu dengan Niki (Tiara Westlake) mencari tahu apa yang diinginkan Badoet tersebut sampai mengambil nyawa anak-anak di lingkungan rumahnya.


Film horror Indonesia makin kesini makin baik menurut saya. Sudah tidak ada lagi film horror esek-esek yang memenuhi bioskop-bioskop tanah air. Badoet ini so far film horror Indonesia terbaik dari film-film horror yang sudah saya tonton di tahun 2015 ini. Terlepas dari kekurangan yang ada, saya dimanjakan oleh presentasi yang disuguhkan oleh Awi Suryadi. Kemunculan Badoet yang tepat membuat saya menjerit beberapa kali didalam bioskop. Atmosfer mencekam dan tidak mengenakan dari awal hingga akhir film dan scoring yang efektif yang membuat Badoet ini semakin menyeramkan.



Ada scene 'exorcism' yang sampai sekarang masih terbayang oleh saya, akting anak kecil yang menjadi Vino pun patut diancungi jempol. Ide memakai Badut di film horror memang sudah tidak asing lagi. Ada IT (1990), Clown (2014), Stiches (2012), Clownhouse (1989). Tapi ide memakai Badut sebagai hantu pertama kali ya Badoet ini. Jadi, jangan bilang kalau Badoet ini plagian film inilah itulah, karena film bertemakan Badut sebagai villain ya tidak hanya film Badoet saja, banyak kok. 


Sayang, menurut saya chemistry para pemainnya kurang dapet. Apalagi Ratu Felisha dan anaknya, tidak terlihat seperti ibu dan anak. Dialognya juga banyak yang 'apasih'. Naskahnya masih kurang kuat. Ada plot hole juga, seperti pertanyaan 'kok mayat si Badoet masih utuh'? Cerita dan ending juga mudah ditebak. Tapi toh saya datang ke bioskop memang untuk ditakut-takuti oleh sosok Badoet ini, jadi tidak terlalu memikirkan hal lainnya. Selebihnya, saya suka banget. Akting Ronny P. Tjandra memerankan sosok Badoet yang paling bersinar disini, saya beneran ngeri setiap lihat muka sosok Badoet ini.



Overall, menurut saya film horror Indonesia terbaik dari film horror yang sudah saya tonton tahun ini adalah Badoet. Awi Suryadi berhasil menghadirkan sosok villain iconic yang saya rasa akan lama diingat. 'Datang Membawa Tawa Pulang Membawa Nyawa', Badoet has a great atmosphere. Highly recommended! 


Jangan lupa nonton di bioskop-bioskop kesayangan kalian ya. 


Sampai jumpa di post selanjutnya ^^


You may also like

1 comment:

  1. NGERI!

    regards,
    Review Film Hollywood
    http://reviewfilmhollywood.blogspot.com

    ReplyDelete

Powered by Blogger.